CARI DI SITUS PAK MARGOLANG

CARI DI GOOGLE

.

Info : Pengembangan Masyarakat, Pak Margolang

Rabu, 06 April 2016

Widyaiswara Sebagai Guru Bangsa

Menindaklanjuti Tema Kongres IWI di Jakarta, di Riau dalam rangka Rapat Koordinasi Widyaiswara mengikuti Tema yang diusung oleh Kongres IWI yaitu WIDYAISWARA SEBAGAI GURU BANGSA.
Ketua IWI Pusat dalam paparan materinya mengungkapkan bahwa di Indonesia yang melakukan fungsi mengajar ada 3 Rumah jabatan yaitu Guru, Dosen dan Widyaiswara.
Berbeda dengan Guru dan Dosen yang para audiensnya adalah para anak Murid. Siswa dan Mahasiswa, bila kita menyampaikan suatu gagasan kita tidak dapat memprediksi kapan gagasan itu akan diwujudkan. lain halnya dengan Widyaiswara yang audiensnya adalah Aparatur Negara, termasuk disana ASN, Non ASN, bahkan sampai kepada Kepala Daerah dan DPR, bila muatan materi yang disampaikan oleh Widyaiswara berupa gagasan yang mampu menginspirasi, sudah dapat dipastikan dengan hitungan hari sudah dapat diaplikasikan.

Selasa, 05 April 2016

Anggota IWI Riau ikuti RAKOR Widyaiswara

Mulai hari ini Ikatan Widyaiswara Indonesia (IWI) Provinsi Riau mengikuti Rapat Koordinasi Widyaiswara yang dilaksanakan oleh BKP2D. Acara dibuka oleh Kepala BKP2D dilanjutkan dengan pemberian materi Kebijakn Pengembangan Widyaiswara Di Riau.
Turut memberikan materi Nara Sumber dari Kementriann PAN dan RB, LAN RI, BKN Konreg XII dan Ketua IWI Pusat.
Peserta yang ikut adalah seluruh Widyaiswara dari Seluruh Riau baik widyaiswara dari Pemerintah Provinsi dan Kabupaten maupun dari Organisasi Vertikal.

Rabu, 13 Mei 2015

RUMUSAN HASIL RAKOR WI 2015



I.            RUMUSAN 2014 YANG BELUM TEREALISASI

A.      PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN PROGRAM DIKLAT SUBSTANSI LPJ DAN DIKLAT KEPEMIMPINAN

1.       Setiap Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota perlu melakukan analisis kebutuhan diklat untuk seluruh SKPD minimal setiap 5 tahun untuk menyusun database diklat
2.       Seluruh widyaiswara yang berada pada Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota perlu mengikuti TOT dan TOF Diklat Pola Baru untuk Diklat Pra Jabatan dan Kepemimpinan.

B.      PENILAIAN ANGKA KREDIT
1.       Pada setiap agenda pertemuan rutin widyaiswara ada penyampaian pengalaman dalam pengusulan angka kredit.
2.       Diharapkan Badan Kepegawaian Daerah memberikan hasil peniLaian angka kredit/rapor kepada widyaiswara yang tidak melaporkan kegiatannya setiap tahun.
3.       Sosialisasi tim penilai kepada widyaiswara.
4.       Disarankan anggota tim penilai juga berasal dari widyaiswara instansi teknis.

C.      PENYUSUNAN PROGRAM DIKLAT TEKNIS DAN FUNGSIONAL
1.       Diperlukan Badan Diklat tingkat provinsi
2.       BKPPD/SKPD Provinsi/Kabupaten/Kota segera membuat data base kebutuhan diklat dengan melakukan analisis kebutuhan diklat.
3.       Setiap instansi/UPT mengusulkan peraturan gubernur/bupati/walikota tentang pengaturan diklat teknis dan fungsional.

Jumat, 09 Januari 2015

IWI Riau Taja Peringatan Maulid Nabi dan Sambut Tahun 2015

Bertempat di Aula UPT Pelatihan BKD Riau, IWI Riau melaksanakan acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan menyambut tahun baru 2015. Hadir di Acara tersebut Sekretaris BKD Riau yang sekaligu membuka acara dan memberikan sambutan. Ibuk Embung ketua IWI Riau dalam kata selamat datangnya mengajak segenap Anggota IWI untuk mengikuti acara dan mengambil hikmah dari apa yang disampaikan oleh Ustadz yang memberikan Tausiah. Ketua IWI juga melaporkan bahwa kegiatan hari ini adalah kegiatan pertama IWI Riau kepengurusan 2014 - 2017. Dalam waktu dekat akan diupayakan pelantikan pengurus yang baru tersebut.

Selasa, 30 Desember 2014

Pertemuan Peningkatan Kapasitas Widyaiswara

Dalam rangka meningkatkan pengetahuan Widyaiswara tentang Kebijakan BPPSDMP,  serta memecahkan permasalahan yang dialami Widyaiswara dalam penyusunan Usulan Angka Kredit serta meningkatkan motivasi Widyaiswara dalam pelaksanaan tugas dan wewenangnya sehingga lebih berdayaguna dan berhasil guna maka Pusat Pelatihan Pertanian menyelenggarakan Pertemuan Peningkatan Kapasitas Widyaiswara pada tanggal 27-28 Februari 2014 di PPMKP Ciawi.

Senin, 22 Desember 2014

Profesi Widyaiswara

Widyaiswara….?! Apa itu Widyaiswara…?! Demikian beberapa pertanyaan pernah diajukan pada saya….misalnya dari saudara Paijo dan Pak Guru Urip…..sampai saat ini belum pernah saya jawab secara khusus….kalau Bahasa Inggrisnya sih Trainer….atau pelatih….dan ini mengacu juga pada jenis-jenis diklat yang diperuntukkan bagi para widyaiswara….yang sering disebut sebagai TOT atau Training Of Trainers….jadi widyaiswara adalah pelatih khan….?! Tidak persis begitu sih….tetapi mirip-mirip lah….cuman kalau widyaiswara itu istilah pelatih pada lingkungan pemerintahan….kalau saya sendiri sih sebenarnya pengen disebut guru….seperti juga profesi ayah dan ibu kandungku yang juga merupakan seorang guru…..dan sebenarnya cita-citaku juga….hanya saja kadung ngambilnya kuliah salah jurusan…maklum anak SMA…..gengsi kalau cita-citanya cuman jadi guru….begitu nyadar agak salah jurusan trus biar agak mirip-mirip guru ya mbelok dikit…….pengen jadi Dosen gitu…tapi gak ada Universitas yang mau nerima….trus kesasar nglamar PNS sebagai widyaiswara…..tanpa tahu apa itu widyaiswara…….ya…apa sih sebenarnya Widyaiswara itu……?!

Minggu, 06 Juli 2014

Pengurus Baru IWI daerah Riau



Pada tanggal 27 Juni 2014 di Hotel Arya Duta Pekanbaru wiadyaiswara yang mengikuti Rapat koordinasi Widyaiswara se provinsi Riau melakukan Rapat Paripurna, Dalam Rapat tersebut  sepakat membentuk Tim formatur untuk menetapkan Pengurus IWI Riau yang masa jabatannya telah berakhir di Tahun 2013.
Susunan Formatur merupakan perwakilan dari widyaiswara yaitu

  1.  Embung Megasari (Ketua), WI UPT Diklat Prov. Riau
  2. Nazaruddin Margolang, WI Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov. Riau
  3.  Ahmad Fauzi, WI Koperasi
  4. Sri Asih Gahayu, WI Kesehataan
  5. Marwan, WI Pendidikan
  6. Amrin, WI Perdagangan dan Perindustrian
  7.  Kusnadi, WI Kehutanan

Pengurus baru IWI Riau  2014, Hasil rumusan Tim Formatur adalah sebagai berikut

  1. Ketua : Embung Megasari,
  2. Wakil Ketua : Nazaruddin Margolang
  3. Sekretaris : Suparman
  4. Wakil sekretaris : Marwan Chaniago
  5. Bendahara : Sri Asih Gahayu